Khutbah ke-1
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُونَ، أُوصِيْكُمْ وَنَفْسِيَ بِتَقْوَى اللّٰهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
Hadirin jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Marilah kita meningkatkan takwa kepada Allah dengan menaati perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Pada kesempatan ini, khatib mengajak kita menjaga keluarga dan bangsa dari bahaya judi online. Perangkatnya boleh berada di genggaman, tetapi akibatnya dapat menjangkau seluruh rumah: penghasilan habis, kepercayaan rusak, dan ibadah terabaikan.
PERTAMA: JUDI TETAP HARAM WALAU BERPINDAH KE LAYAR
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنْصَابُ وَالْأَزْلَامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya minuman keras, berjudi, (berkurban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah (perbuatan-perbuatan) itu agar kamu beruntung.” (QS. Al-Mā’idah: 90).
Kata al-maysir dalam ayat ini mencakup perjudian. Perpindahan dari meja permainan ke telepon genggam tidak mengubah hakikatnya. Taruhan yang dipasang dengan harapan memperoleh uang dari hasil yang tidak pasti tetaplah judi, meskipun aplikasi menyebutnya permainan, hadiah, atau hiburan.
Larangan Allah berbunyi “jauhilah”. Maka jangan mencoba-coba karena penasaran, jangan menyediakan akun atau rekening, dan jangan mengajak orang lain ikut bermain. Kemenangan sesaat bukan tanda keberkahan. Ia sering menjadi umpan agar seseorang kembali memasang taruhan yang lebih besar.
KEDUA: JUDI MERUSAK NAFKAH DAN KEPERCAYAAN KELUARGA
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Uang untuk makanan, pendidikan anak, sewa rumah, dan kebutuhan orang tua adalah amanah. Ketika dipertaruhkan, yang ikut menanggung kerugian adalah istri, suami, anak, dan seluruh keluarga. Kerugian yang disembunyikan kerap melahirkan kebohongan; utang yang ditutup dengan utang baru memicu pertengkaran.
Allah telah mengingatkan akibat sosial judi:
إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُوقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ فِي الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَعَنِ الصَّلَاةِ فَهَلْ أَنْتُمْ مُنْتَهُونَ
“Dengan minuman keras dan judi itu, setan hanyalah bermaksud menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu, dan menghalang-halangi kamu dari mengingat Allah dan melaksanakan salat, maka tidakkah kamu mau berhenti?” (QS. Al-Mā’idah: 91).
Ayat ini menuntun kita melihat dua kerusakan sekaligus: rusaknya hubungan sesama manusia dan renggangnya hubungan dengan Allah. Jangan biarkan anak menyaksikan rumahnya penuh pertengkaran akibat taruhan. Orang yang sedang terjerat perlu diajak berhenti dan dibantu memperbaiki keadaan, bukan dipermalukan di depan umum.
KETIGA: KERUSAKAN KELUARGA MENJADI BEBAN BANGSA
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Jika banyak keluarga kehilangan tabungan dan terlilit utang, kemampuan mereka memenuhi kebutuhan pokok ikut melemah. Waktu produktif tersita untuk mengejar kekalahan, sementara kebohongan dan penyalahgunaan uang dapat menjalar ke tempat kerja maupun lingkungan sosial. Inilah sebabnya judi online menjadi urusan bersama, bukan sekadar masalah orang yang memasang taruhan.
Bangsa yang kuat membutuhkan keluarga yang amanah. Kita dapat berperan dengan tidak menyebarkan promosi judi, mengingatkan teman dengan baik, melindungi anak dari akun dan iklan taruhan, serta menolak penggunaan identitas atau rekening kita untuk transaksi semacam itu. Para pemegang amanah perlu menjaga dana yang dipercayakan kepada mereka.
KEEMPAT: BERHENTI, BERTAUBAT, DAN PULIHKAN AMANAH
Saudaraku yang sedang terjerat, pintu taubat belum tertutup. Hentikan taruhan hari ini, putus akses ke akun dan saluran pembayarannya, jujurlah kepada keluarga atau orang tepercaya, lalu susun langkah untuk melunasi kewajiban secara halal. Jika sulit berhenti sendiri, carilah bantuan pendamping yang kompeten. Jangan menganggap kekalahan bisa ditebus dengan satu taruhan lagi.
Allah berfirman:
قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
“Katakanlah, ‘Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.’” (QS. Az-Zumar: 53).
Marilah kita memulai dari diri sendiri: mencari rezeki yang halal, menjaga keterbukaan keuangan keluarga, mendampingi anak saat menggunakan gawai, dan menguatkan salat serta doa di rumah. Semoga Allah menjaga keluarga kita dari harta yang haram dan perselisihan yang menyakitkan.
بَارَكَ اللّٰهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ. أَقُولُ قَوْلِي هٰذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ الْعَظِيمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ، فَاسْتَغْفِرُوهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.
Khutbah II
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ عَلَى إِحْسَانِهِ، وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيقِهِ وَامْتِنَانِهِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ، اتَّقُوا اللّٰهَ وَأَطِيعُوهُ، وَتُوبُوا إِلَيْهِ تَوْبَةً نَصُوحًا.
Jamaah Jumat rahimakumullah, marilah kita memohon agar Allah menjaga rumah tangga kita, menyembuhkan saudara yang terjerat judi, dan menguatkan bangsa kita dengan kejujuran serta rezeki yang halal.
اللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ. اللّٰهُمَّ طَهِّرْ قُلُوبَنَا، وَبَارِكْ لَنَا فِي أَرْزَاقِنَا، وَاكْفِنَا بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ، وَبِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ.
اللّٰهُمَّ احْفَظْ أُسَرَنَا وَأَوْلَادَنَا مِنَ الْمَيْسِرِ وَالْفِتَنِ، وَرُدَّ مَنْ ابْتُلِيَ بِالْقِمَارِ إِلَيْكَ رَدًّا جَمِيلًا. اللّٰهُمَّ أَصْلِحْ بِلَادَنَا إِنْدُونِيسِيَا، وَوَفِّقْ أَهْلَهَا لِلْعَدْلِ وَالْأَمَانَةِ وَالْخَيْرِ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللّٰهِ، إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. فَاذْكُرُوا اللّٰهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَىٰ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ.






