TEKS KHUTBAH JUM’AT
MENJAGA ALAM ADALAH AMANAH,
MERAWAT BUMI ADALAH IBADAH
Oleh:
Dr. Derysmono, B.Sh., S.Pd.I., M.A.
(Wakil Ketua 1 STAI Dirosat Islamiyah Al-Hikmah Jakarta, CEO adaustadzh.com, Ketua Umum PP HDMI, Direktur Ma’had Aly Raudhotul Qur’an Azzam Sako, Kepala Cabang Safana Depok)
Edisi Khusus • Oktober 2026
TEKS KHUTBAH PERTAMA
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُونَ، أُوصِيْكُمْ وَنَفْسِيَ الْمُقَصِّرَةَ بِتَقْوَى اللّٰهِ، فَإِنَّ تَقْوَى اللّٰهِ خَيْرُ زَادٍ لِلْقَاءِ اللّٰهِ.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim.” (QS. Ali ‘Imran [3]: 102).
Hadirin jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Alhamdulillah, segala puji dan syukur senantiasa kita panjatkan ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta‘ala, Tuhan Yang Maha Pencipta lagi Maha Pemelihara alam semesta. Atas nikmat iman, Islam, serta kesehatan yang dilimpahkan kepada kita, hari ini kembali kita dapat berkumpul di masjid yang mulia ini guna menunaikan kewajiban shalat Jumat.
Shalawat serta salam semoga tercurah limpahkan kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad ﷺ, beserta keluarga, para sahabat, dan seluruh umatnya yang senantiasa istiqamah di jalan-Nya hingga akhir zaman.
Melalui mimbar Jumat ini, khatib berwasiat kepada diri khatib pribadi dan kepada seluruh jamaah sekalian, marilah kita senantiasa meningkatkan kualitas takwa kita kepada Allah ﷻ dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Takwa bukan hanya hubungan vertikal antara hamba dan Sang Pencipta, melainkan juga mencakup tanggung jawab moral kita terhadap seluruh makhluk dan lingkungan hidup di sekitar kita.
BUMI SEBAGAI AMANAH DAN TITIPAN
Ma‘asyiral Muslimin rahimakumullah,
Islam adalah agama yang sangat komprehensif. Ia tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan Allah (hablum minallah) dan hubungan antarsesama manusia (hablum minannas), tetapi juga mengatur hubungan manusia dengan alam lingkungan tempat ia tinggal (hablum minal ‘alam).
Alam semesta, bumi, lautan, pegunungan, hutan, dan seluruh isinya bukanlah benda mati yang bebas dieksploitasi tanpa batas. Semua itu adalah ciptaan Allah yang bertasbih kepada-Nya, serta diciptakan dengan ukuran, keseimbangan, dan hikmah yang sangat agung. Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur’an:
وَالسَّمَاءَ رَفَعَهَا وَوَضَعَ الْمِيزَانَ • أَلَّا تَطْغَوْا فِي الْمِيزَانِ • وَأَقِيمُوا الْوَزْنَ بِالْقِسْطِ وَلَا تُخْسِرُوا الْمِيزَانَ
“Dan Allah telah meninggikan langit dan Dia menetapkan neraca (keadilan), agar kamu jangan melampaui batas dalam neraca itu. Dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca itu.” (QS. Ar-Rahman [55]: 7-9).
Ayat ini mengingatkan kita bahwa eksistensi alam ini berada dalam keseimbangan yang diciptakan oleh Allah. Manusia telah diangkat oleh Allah sebagai khalifah di muka bumi — sebuah status kehormatan yang dibarengi dengan tanggung jawab yang sangat besar. Allah ﷻ berfirman:
هُوَ أَنْشَأَكُمْ مِنَ الْأَرْضِ وَاسْتَعْمَرَكُمْ فِيهَا
“Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya (untuk membangun dan merawatnya).” (QS. Hud [11]: 61).
Kata ‘ista’marakum’ bermakna menuntut kita untuk memakmurkan, merawat, menjaga, dan membangun bumi, bukan merusak, mengeksploitasi secara serakah, atau mencemarinya hingga mendatangkan bencana bagi kehidupan.
KERUSAKAN BUMI AKIBAT ULAH MANUSIA
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Sangat disayangkan, hari ini kita sering menyaksikan kerusakan lingkungan terjadi di berbagai belahan dunia — mulai dari pencemaran air dan udara, penggundulan hutan secara liar, penumpukan sampah plastik, hingga perubahan iklim ekstrem yang memicu bencana banjir dan kekeringan panjang. Semua itu hakikatnya bersumber dari tangan-tangan manusia yang lalai dari amanah kekhalifahannya.
ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ
“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, Allah cabukan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS. Ar-Rum [30]: 41).
Ayat yang mulia ini memberikan peringatan keras sekaligus penjelasan ilmiah-spiritual: bahwa bencana dan kerusakan ekologis bukanlah sekadar fenomena alam biasa, melainkan dampak langsung dari keserakahan, ketidakpedulian, dan hilangnya kesadaran ekologis manusia. Oleh karena itu, merawat bumi adalah bagian mutlak dari ibadah dan bukti keimanan kita.
MENJAGA ALAM ADALAH IBADAH DAN AKHLAK MULIA
Ma‘asyiral Muslimin rahimakumullah,
Rasulullah ﷺ memberikan teladan yang luar biasa dalam menjaga lingkungan. Beliau melarang umatnya berbuat Mudarat, melarang menebang pohon sembarangan di padang pasir (yang menjadi tempat berteduh kafilah), menganjurkan menanam pohon, bahkan mengajarkan adab menjaga kebersihan jalan dan sumber air.
Dalam sebuah hadis yang riwayatkan oleh Imam Muslim, Rasulullah ﷺ bersabda:
فَلاَ يَغْرِسُ الْمُسْلِمُ غَرْسًا فَيَأْكُلَ مِنْهُ إِنْسَانٌ وَلاَ دَابَّةٌ وَلاَ طَيْرٌ إِلاَّ كَانَ لَهُ صَدَقَةً إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ
“Tidaklah seorang muslim menanam tanaman lalu dimakan oleh manusia, hewan atau burung kecuali hal itu merupakan shadaqah untuknya sampai hari kiamat.” (HR. Muslim, no. 1552).
Bahkan dalam riwayat lain, Rasulullah ﷺ mengajarkan agar kita tetap menjaga kelestarian lingkungan meskipun dalam keadaan perang, dengan tidak merusak tanaman, tidak menebang pohon buah-buahan, dan tidak mengotori sumber air. Ini membuktikan bahwa Islam adalah agama yang sangat menjunjung tinggi kelestarian ekosistem dan keberlangsungan hidup seluruh makhluk.
LANGKAH NYATA MERAWAT BUMI SEBAGAI WUJUD IMAN
Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Sebagai wujud nyata dari tema khutbah kita hari ini, mari kita terapkan langkah-langkah konkrit dalam kehidupan sehari-hari:
- Menanam dan Memelihara Pohon: Memperbanyak penanaman pohon di sekitar rumah, pekarangan, maupun fasilitas umum sebagai sumber oksigen dan penyeimbang ekosistem.
- Mengurangi Sampah Plastik dan Polusi: Bijak dalam menggunakan barang sekali pakai, mengurangi sampah plastik, dan mengelola sampah rumah tangga dengan prinsip daur ulang.
- Menjaga Kebersihan dan Kelestarian Air: Tidak membuang sampah atau limbah ke sungai, saluran air, atau laut, serta menghemat penggunaan air bersih.
- Membangun Kesadaran Kolektif: Mengedukasi keluarga, anak-anak, dan masyarakat sekitar bahwa merawat bumi adalah cerminan dari akhlak mulia dan keimanan yang kokoh.
Semoga Allah ﷻ senantiasa membimbing kita untuk menjadi hamba-hamba-Nya yang amanah, yang tidak hanya saleh secara ritual tetapi juga peduli secara sosial dan ekologis, sehingga bumi yang kita tempati ini senantiasa mendatangkan berkah bagi seluruh makhluk.
بَارَكَ اللّٰهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ.
أَقُولُ قَوْلِي هٰذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ الْعَظِيمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.
TEKS KHUTBAH KEDUA
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ عَلَى إِحْسَانِهِ، وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيْقِهِ وَامْتِنَانِهِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ تَعْظِيْمًا لِشَأْنِهِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِي إِلَى رِضْوَانِهِ.
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ، أُوصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللّٰهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.
إِنَّ اللّٰهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ وَسَلَّمْتَ وَبَارِكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ فِي الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.
اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الذَّاكِرِيْنَ الشَّاكِرِيْنَ، وَمِنَ التَّوَّابِيْنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ، وَاقْسَمْ لَنَا مِنْ خَشْيَتِكَ مَا تَحُوْلُ بَيْنَنَا وَبَيْنَ مَعَاصِيْكَ.
اَللّٰهُمَّ احْفَظْ بِيْطَانَتَنَا وَأَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِنَا، وَاجْعَلْنَا مِمَّنْ يَحْفَظُ أَمَانَاتِكَ فِي الْأَرْضِ وَيَرْعَى بِيئَتَهَا وَعِبَادَهَا بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ.
اَللّٰهُمَّ احْفَظْ إِنْدُونِيْسِيَا وَأَهْلَهَا، وَاجْعَلْهَا بَلَدًا آمِنًا مُطْمَئِنًّا، سَخَاءً رَخَاءً، وَسَائِرَ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ.
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللّٰهِ، إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. فَاذْكُرُوا اللّٰهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَر






