Teks Khutbah Jumat : “Muhasabah Akhir Ramadhan: Membersihkan Hati, Menguatkan Ukhuwah, dan Memperbanyak Munajat.
Oleh Dr. Derysmono, B.Sh., S.Pd.I., M.A.
Ketua Umum HDMI, Wakil Ketua 1 STAI DI AL-HIKMAH Jakarta, CEO Adaustadzh.com dan Direktur Utama Lintasiman.com.
KHUTBAH PERTAMA
Khutbah I
الْحَمْدُ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ، وَنَسْتَعِينُهُ، وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا، وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَىٰ آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ.
قَالَ اللَّهُ تَعَالَىٰ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ، وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ (سورة آلِ عِمْرَانَ: ١٠٢) وَقَالَ تَعَالَىٰ:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ (سورة النِّسَاءِ: ١)
Amma ba’du,
Hadirin jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Puji dan syukur marilah kita panjatkan ke hadirat Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā. Di penghujung bulan Ramadhan ini, kita merenung sejenak: betapa banyak nikmat yang telah Allah limpahkan kepada kita. Kita diberi kesempatan berpuasa, berdiri dalam qiyāmul-lail, membaca Al-Qur’an, dan memperbanyak amal kebaikan.
Namun, di saat yang sama, hati kita juga patut bertanya: sudahkah Ramadhan ini benar-benar mengubah diri kita? Ataukah ia akan berlalu begitu saja tanpa bekas?
Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ, teladan terbaik yang telah mengajarkan kepada kita bagaimana menjalani Ramadhan dengan penuh keikhlasan, kesabaran, dan penghambaan kepada Allah.
Hadirin yang berbahagia
Marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā dengan sebenar-benar takwa, yaitu menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.
Kita saat ini berada di penghujung bulan Ramadhan, bulan yang penuh rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka. Maka sudah sepatutnya kita melakukan muhasabah (introspeksi diri): sejauh mana Ramadhan telah mengubah diri kita?
Allah Ta‘ālā berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ
(QS. الحشر: 18)
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok.”
Jamaah yang dirahmati Allah,
Muhasabah di akhir Ramadhan hendaknya mengarah pada tiga hal penting:
1. Membersihkan Hati
Ramadhan melatih kita menahan lapar dan dahaga, namun yang lebih utama adalah membersihkan hati dari penyakit seperti iri, dengki, sombong, dan riya’.
Rasulullah ﷺ bersabda:
أَلَا وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً… إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ
(HR. البخاري ومسلم)
Artinya: “Ketahuilah, dalam tubuh ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baiklah seluruh tubuh, dan jika ia rusak maka rusaklah seluruh tubuh. Itulah hati.”
Maka bersihkan hati kita dengan taubat, dzikir, dan keikhlasan.
2. Menguatkan Ukhuwah
Ramadhan mengajarkan kita kebersamaan: shalat berjamaah, berbuka bersama, saling berbagi.
Allah berfirman:
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ
(QS. الحجرات: 10)
Artinya: “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara.”
Jangan biarkan setelah Ramadhan kita kembali berselisih, memutus silaturahmi, atau menyimpan kebencian. Justru di akhir Ramadhan ini, mari kita saling memaafkan dan mempererat ukhuwah.
3. Memperbanyak Munajat
Di penghujung Ramadhan terdapat malam-malam mulia, termasuk Lailatul Qadar. Maka perbanyak doa dan munajat kepada Allah.
Aisyah radhiyallahu ‘anha bertanya kepada Rasulullah ﷺ, doa apa yang dibaca saat Lailatul Qadar, beliau menjawab:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
(HR. الترمذي)
Artinya: “Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan mencintai maaf, maka maafkanlah aku.”
Jamaah sekalian,
Jangan sampai Ramadhan berlalu tanpa meninggalkan bekas dalam diri kita. Jadikan Ramadhan sebagai titik awal perubahan menuju kehidupan yang lebih baik.
Ya Allah, jangan Engkau jadikan Ramadan ini sebagai yang terakhir dari puasa kami. Jika Engkau menetapkannya demikian, maka jadikanlah aku termasuk orang yang Engkau rahmati, dan jangan Engkau jadikan aku termasuk orang yang terhalang (dari rahmat-Mu).
Segala puji bagi Allah atas kesempurnaan (ibadah ini),
segala puji bagi Allah atas kesempatan (menyampaikannya),
segala puji bagi Allah atas (nikmat) puasa dan qiyam (shalat malam).
Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang yang berpuasa di bulan ini dengan iman dan penuh pengharapan pahala, yang mendapatkan malam Lailatul Qadar dan meraih ganjaran.
Dan janganlah Engkau biarkan matahari Ramadan terbenam kecuali Engkau telah mengampuni kami dan mencatat kami termasuk orang-orang yang diterima (amalnya).
أقول قولي هذا وأستغفر الله لي ولكم، فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم.
Khutbah II
اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوا اللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ






