Dr. Derysmono, M.A. Terpilih sebagai Ketua Umum Himpunan Dai Muda Indonesia Periode 2026–2030

Dr. Derysmono, M.A. Terpilih sebagai Ketua Umum Himpunan Dai Muda Indonesia Periode 2026–2030

Dr. Derysmono, B.Sh., S.Pd.I., M.A. Terpilih sebagai Ketua Umum Himpunan Dai Muda Indonesia Periode 2026–2030

Tangerang — Himpunan Dai Muda Indonesia (HDMI) secara resmi menetapkan Dr. Derysmono, B.Sh., S.Pd.I., M.A. sebagai Ketua Umum HDMI periode 2026–2030. Penetapan tersebut dilakukan dalam forum Musyawarah Nasional (Munas) dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) HDMI yang diselenggarakan pada tahun 2026.

Pemilihan Ketua Umum berlangsung secara demokratis dan penuh musyawarah, mencerminkan semangat persatuan serta komitmen bersama dalam membangun gerakan dakwah yang progresif dan berdaya saing. Dr. Derysmono dipercaya memimpin HDMI untuk melanjutkan dan memperkuat peran dai muda dalam menjawab tantangan dakwah di era digital dan dinamika sosial kemasyarakatan.

Dalam sambutannya, Dr. Derysmono menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas amanah yang diberikan oleh seluruh peserta Munas. Ia menegaskan komitmennya untuk menjadikan HDMI sebagai wadah strategis dalam menghimpun, membina, dan mensinergikan potensi dai muda Indonesia.

“HDMI ke depan harus menjadi rumah besar dai muda yang adaptif, kolaboratif, dan berdampak nyata bagi umat dan bangsa. Dakwah tidak hanya mimbar, tetapi juga gerakan intelektual, sosial, dan digital,” ujarnya.

Di bawah kepemimpinan Dr. Derysmono, HDMI periode 2026–2030 diharapkan mampu memperkuat jaringan nasional dai muda, meningkatkan kapasitas sumber daya dai, serta mengembangkan inovasi dakwah yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Forum Munas dan Rakernas HDMI 2026 juga menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis dan program kerja nasional sebagai arah perjuangan organisasi selama empat tahun ke depan.

Dengan terpilihnya kepemimpinan baru ini, HDMI optimistis dapat terus berkontribusi dalam membangun peradaban Islam yang rahmatan lil ‘alamin serta memperkuat peran dai muda dalam pembangunan bangsa.