HDMI Luncurkan 7 Program Unggulan 2026–2030, Munas dan Rakernas Tetapkan Kepengurusan Baru

HDMI Luncurkan 7 Program Unggulan 2026–2030, Munas dan Rakernas Tetapkan Kepengurusan Baru

HDMI Luncurkan 7 Program Unggulan 2026–2030, Munas dan Rakernas Tetapkan Kepengurusan Baru

Tangerang, 1 Februari 2026 — Himpunan Dai Muda Indonesia (HDMI) resmi meluncurkan tujuh program unggulan periode 2026–2030 dalam forum Musyawarah Nasional (Munas) dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) terbaru. Pada kesempatan yang sama, forum juga menetapkan kepengurusan pusat baru, dengan memilih **Dr. Derysmono, B.Sh, S.Pd.I., M.A.** sebagai Ketua Umum HDMI periode 2026–2030 serta **Habib Idrus Salim Al-Jufri, Lc., M.BA.** sebagai Ketua Dewan Pembina.

Peluncuran program ini menjadi penegasan komitmen HDMI dalam memperkuat peran dai muda Indonesia agar mampu menjawab tantangan dakwah di era digital, sosial, dan global. Seluruh program dirancang tidak hanya berorientasi pada penguatan kapasitas keilmuan, tetapi juga pada aspek kemanusiaan, ekonomi, dan moderasi beragama.

Tujuh Program Strategis HDMI

1. Sekolah Dai HDMI

Program kaderisasi berjenjang ini difokuskan pada penguatan kapasitas dai dari level pemula hingga ahli. Melalui kurikulum Basic–Intermediate–Advanced, pelatihan public speaking, manajemen dakwah, dan literasi sosial, HDMI menargetkan lahirnya dai muda yang profesional, berakhlak, dan relevan dengan perkembangan zaman. Outputnya mencakup sertifikasi kompetensi dan database nasional dai binaan.

2. Superweb HDMI

Sebagai pusat dakwah digital, Superweb HDMI menjadi ekosistem media kreatif bagi dai muda. Program ini mencakup pengelolaan website, podcast, kanal media sosial, serta pelatihan content creator. HDMI menargetkan munculnya dai digital influencer dengan konten dakwah yang mencerahkan dan berkelanjutan.

3. Dai dan Daiyah Peduli Palestina

Program ini menekankan dakwah kemanusiaan dan advokasi global. Dai dan daiyah didorong menjadi influencer kemanusiaan yang menyuarakan isu Palestina secara berimbang dan humanis. Bentuk kegiatannya meliputi kampanye tematik, kolaborasi lembaga kemanusiaan, dan edukasi publik berbasis data. Outputnya adalah lahirnya dai advokat kemanusiaan dan gerakan solidaritas berkelanjutan.

4. Muallaf Center dan Dai 3T

Program ini menggabungkan pembinaan muallaf dan pengiriman dai ke wilayah terluar, terpencil, dan tertinggal (3T). Fokusnya pada pendampingan keislaman, ibadah, dan akhlak, serta misi dakwah ke daerah marginal. HDMI menargetkan muallaf binaan yang mandiri dan dai tangguh di wilayah perbatasan.

5. Kemandirian Ekonomi dan Beasiswa Dai

HDMI mendorong dai memiliki kemandirian ekonomi melalui pelatihan kewirausahaan, inkubasi usaha, dan pengembangan UMKM. Program ini juga menyediakan beasiswa bagi dai dhuafa dan berprestasi, dengan tujuan menjamin keberlanjutan dakwah dan meningkatkan kesejahteraan dai.

6. MADINAH (Majelis Dien Wasathiyah)

Program ini mengusung penguatan dakwah wasathiyah melalui pembinaan majelis taklim di berbagai wilayah. Dengan modul dakwah moderasi dan sistem monitoring, HDMI menargetkan terbentuknya masyarakat religius yang moderat dan rahmatan lil ‘alamin.

7. HDMI Institute

Sebagai pusat keilmuan Islam, HDMI Institute fokus pada sanad keilmuan, kajian turats, dan studi Islam klasik-kontemporer. Programnya meliputi daurah kitab, talaqqi, dan pembinaan ulama muda. Output yang diharapkan adalah lahirnya dai berilmu dengan sanad yang jelas serta kader ulama muda HDMI.

Komitmen Kepemimpinan Baru

Ketua Umum terpilih, Dr. Derysmono, menegaskan bahwa periode 2026–2030 akan menjadi fase penguatan kualitas dan dampak dakwah HDMI di tingkat nasional maupun global. Ia menekankan pentingnya sinergi antara dakwah keilmuan, dakwah digital, dan dakwah sosial kemanusiaan.

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina, Habib Idrus Salim Al-Jufri, menyampaikan bahwa HDMI harus menjadi rumah besar bagi dai muda yang membawa misi Islam yang sejuk, moderat, dan solutif bagi umat dan bangsa.

Dengan tujuh program unggulan tersebut, HDMI menegaskan posisinya sebagai organisasi strategis dalam mencetak dai muda yang berilmu, berdaya, berakhlak, serta berdampak luas bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan global.