Oleh Dr. Derysmono, B.Sh., S.Pd.I., M.A.
(Wakil Ketua 1 STAI Dirosat Islamiyah Al-Hikmah Jakarta, CEO adaustadzh.com, Ketua Harian PP HDMI, Direktur Ma’had Aly Raudhotul Qur’an Azzam Sako)
Khutbah ke-1
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَاحِبِ الْمِعْرَاجِ إِلَى السَّمَاءِ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله وَحْدَه لَاشَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ اْلمُبِيْن. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَـمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صادِقُ الْوَعْدِ اْلأَمِيْن. أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ. اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ اِخْوَةٌ فَاَصْلِحُوْا بَيْنَ اَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ
Hadirin Jama’ah Jum’ah yang dirahmati Allah
Alhamdulillah, marilah kita memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah memberikan kita nikmat iman, nikmat Islam, dan nikmat kesehatan sehingga kita dapat berkumpul di masjid ini dalam rangka menunaikan ibadah shalat Jumat, Semoga di awal Tahun 2026 ini kita senantiasa semakin mengingkat ketaqwaan dan keimanan kepada Allah swt. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, keluarga, sahabat, serta para pengikutnya hingga akhir zaman.
Pada kesempatan kali ini izinkan juga Khatib menyampaikan nasehat dan wasiat bagi diri khotib dan kepada hadirin yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa ta’ala untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah rasa sayang kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala takut kepada azabnya Allah dan senantiasa mengikuti dan melaksanakan perintah Allah subhanahu wa ta’ala dan menjauhi larangan-larangannya.
Hadirin jama’ah Jumat yang dirahmati Allah,
Kita hidup di zaman yang sangat sibuk. Pekerjaan menyita waktu, ekonomi menekan, teknologi menarik perhatian, dan dunia seakan tidak memberi jeda. Namun di tengah kesibukan ini, banyak di antara kita tanpa sadar mulai meninggalkan perintah Allah: shalat ditunda, Al-Qur’an jarang dibaca, masjid semakin sepi, dan hati semakin jauh dari dzikir.
Di sinilah pesan agung Isra Mi‘raj menjadi sangat relevan.
Izinkan khotib Pada kesempatan kali ini menyampaikan suatu tema yaitu Pesan Isra Mi‘raj: Sesibuk Apa Pun, Prioritaskan Sholat dan Ibadah.
Allah ﷻ berfirman:
سُبْحَانَ الَّذِيْ أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى…
“Mahasuci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa…”
(QS. Al-Isra: 1)
Perjalanan Isra Mi‘raj bukan sekadar kisah luar biasa, tetapi pesan ilahi bagi umat yang sering lalai. Salah satu hikmah terbesarnya adalah diwajibkannya shalat lima waktu, yang diterima Rasulullah ﷺ langsung di langit tertinggi.
Ini mengandung pelajaran agung: “Semakin tinggi kedudukan seseorang di sisi Allah, semakin kuat keterikatannya dengan shalat dan ketaatan”.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Perkara pertama yang akan dihisab dari seorang hamba pada hari kiamat adalah shalatnya.” (HR. Tirmidzi)
Ma‘asyiral Muslimin rahimakumullah,
A. Urgensi dan Kedudukan Shalat dalam Islam
Sayyidina Umar bin Khattab رضي الله عنه berkata:
لَا حَظَّ فِي الْإِسْلَامِ لِمَنْ تَرَكَ الصَّلَاةَ
“Tidak ada bagian dalam Islam bagi orang yang meninggalkan shalat.”
Maknanya, siapa yang meremehkan dan meninggalkan shalat, ia telah meruntuhkan sendi utama agamanya.
Bahkan para ulama menegaskan bahwa meninggalkan shalat termasuk dosa terbesar.
Al-‘Allamah Ibnul Qayyim رحمه الله berkata:
لَا يَخْتَلِفُ الْمُسْلِمُوْنَ أَنَّ تَرْكَ الصَّلَاةِ الْمَفْرُوْضَةِ عَمْدًا مِنْ أَعْظَمِ الذُّنُوْبِ، وَأَكْبَرِ الْكَبَائِرِ، وَأَنَّ إِثْمَهُ عِنْدَ اللهِ أَعْظَمُ مِنْ إِثْمِ قَتْلِ النَّفْسِ، وَأَخْذِ الْأَمْوَالِ، وَمِنْ إِثْمِ الزِّنَا، وَالسَّرِقَةِ، وَشُرْبِ الْخَمْرِ، وَأَنَّهُ مُتَعَرِّضٌ لِعُقُوْبَةِ اللهِ وَسَخَطِهِ وَخِزْيِهِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ.
Beliau menjelaskan bahwa kaum muslimin sepakat: meninggalkan shalat wajib dengan sengaja termasuk dosa paling besar. Dosanya di sisi Allah lebih berat daripada membunuh, merampas harta, zina, mencuri, dan minum khamar. Orang yang meninggalkannya berarti membuka diri terhadap murka, azab, dan kehinaan Allah di dunia dan akhirat.
Ibnul Qayyim juga mengingatkan:
اَلْمُصَلُّوْنَ فِي النَّاسِ قَلِيْلٌ، وَمُقِيْمُو الصَّلَاةِ مِنْهُمْ أَقَلُّ الْقَلِيْلِ؛ كَمَا قَالَ عُمَرُ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ: الْحَاجُّ قَلِيْلٌ، وَالرَّكْبُ كَثِيْرٌ.
Artinya, orang yang shalat itu banyak, tetapi yang benar-benar menegakkannya dengan baik sangat sedikit — sebagaimana kata Umar رضي الله عنه: “Orang yang berhaji sedikit, tetapi rombongannya banyak.”
B. Shalat sebagai Penghapus Dosa
Syaikh Abdurrahman as-Sa‘di رحمه الله berkata:
اَلِاسْتِغْفَارُ وَالْعِبَادَةُ، وَخُصُوْصًا الصَّلَاةُ، مُكَفِّرَاتٌ لِلذُّنُوْبِ، فَإِنَّ اللهَ رَتَّبَ مَغْفِرَةَ ذَنْبِ دَاوُدَ عَلَى اسْتِغْفَارِهِ وَسُجُوْدِهِ.
Istighfar dan ibadah — terutama shalat — termasuk sebab penghapus dosa. Allah mengampuni Nabi Daud ‘alaihis salam karena istighfar dan sujudnya.
Para salaf pun merasakan manisnya shalat.
Tsabit al-Bunani رحمه الله berkata:
كَابَدْتُ الصَّلَاةَ عِشْرِيْنَ سَنَةً، وَتَنَعَّمْتُ بِهَا عِشْرِيْنَ سَنَةً.
“Aku bersusah payah dengan shalat selama dua puluh tahun, lalu aku menikmati kelezatannya selama dua puluh tahun berikutnya.”
Ini menunjukkan bahwa shalat pada awalnya butuh perjuangan, tetapi jika istiqamah, ia menjadi kenikmatan ruhani.
C. Siapa Menjaga Shalat, Ia Menjaga Agamanya
Syaikh as-Sa‘di رحمه الله berkata:
اَلْعَبْدُ إِذَا أَقَامَ صَلَاتَهُ عَلَى الْوَجْهِ الْمَأْمُوْرِ بِهِ، كَانَ لِمَا سِوَاهَا مِنْ دِيْنِهِ أَحْفَظَ وَأَقْوَمَ.
“Jika seorang hamba menegakkan shalat dengan baik, maka ia akan lebih menjaga urusan agamanya yang lain.”
Sebaliknya, siapa yang menyia-nyiakan shalat, ia akan lebih menyia-nyiakan perkara agama lainnya.
Abu al-‘Aliyah ar-Riyahi رحمه الله berkata:
“Aku pernah menempuh perjalanan berhari-hari untuk menemui seorang ulama. Jika aku melihat dia menjaga shalatnya, aku tinggal mengambil ilmu darinya. Tetapi jika aku melihat dia meremehkan shalatnya, aku pergi dan tidak mengambil ilmu darinya, karena ia pasti lebih menyia-nyiakan perkara selain shalat.”
Al-Hafizh Ibnu Hajar رحمه الله berkata:
مَنْ ضَيَّعَ الصَّلَاةَ الْمَفْرُوْضَةَ حَتَّى يَخْرُجَ وَقْتُهَا مِنْ غَيْرِ عُذْرٍ، مَعَ خِفَّةِ مُؤْنَتِهَا عَلَيْهِ، وَعَظِيْمِ فَضْلِهَا، فَهُوَ لِمَا سِوَاهَا أَضْيَعُ.
Barang siapa sengaja meninggalkan shalat wajib hingga keluar waktunya tanpa uzur, padahal shalat itu ringan dan pahalanya besar, maka ia akan lebih menyia-nyiakan kewajiban lainnya.
Syaikh as-Sa‘di رحمه الله juga menegaskan:
إِذَا ضَيَّعُوا الصَّلَاةَ الَّتِيْ هِيَ عِمَادُ الدِّيْنِ وَمِيْزَانُ الْإِيْمَانِ وَالْإِخْلَاصِ لِرَبِّ الْعَالَمِيْنَ، الَّتِيْ هِيَ آكَدُ الْأَعْمَالِ وَأَفْضَلُ الْخِصَالِ، كَانُوْا لِمَا سِوَاهَا مِنْ دِيْنِهِمْ أَضْيَعَ وَلَهُ أَرْفَضَ.
Jika mereka menyia-nyiakan shalat — tiang agama, ukuran iman dan keikhlasan — maka mereka akan lebih menyia-nyiakan perkara agama selainnya.
D. Hakikat Shalat: Ibadah Hati, Lisan, dan Anggota Badan
Allah ﷻ berfirman:
وَأَقِمِ الصَّلَاةَ لِذِكْرِي
“Dirikanlah shalat untuk mengingat-Ku.” (QS. Thaha: 14)
Syaikh as-Sa‘di رحمه الله menjelaskan bahwa perintah:
فَاعْبُدْنِي
mencakup seluruh bentuk ibadah lahir dan batin. Namun Allah mengkhususkan shalat karena keutamaannya, dan karena di dalamnya terkumpul ‘ubudiyyah (penghambaan) hati, lisan, dan seluruh anggota badan.
Ma‘asyiral Muslimin rahimakumullah,
Dari peristiwa Isra Mi‘raj, kita mengambil tiga pelajaran utama:
- Menata Prioritas Hidup — Allah harus menjadi pusat, bukan dunia.
- Menguatkan Hubungan dengan Allah — shalat adalah mi‘raj orang beriman.
- Menghidupkan Al-Qur’an dan Masjid — kembali menjadikan keduanya jantung kehidupan umat.
Jangan sampai kita termasuk dalam firman Allah:
فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّينَۙ الَّذِينَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ
“Celakalah orang-orang yang shalat, (yaitu) mereka yang lalai dari shalatnya.”
(QS. Al-Ma‘un: 4–5)
Maka jadikan Isra Mi‘raj sebagai momentum untuk memperbaiki diri: lebih disiplin shalat, lebih dekat dengan Al-Qur’an, dan lebih sadar akan kehadiran Allah dalam setiap urusan kita. Ingat pesan kiyai Hasan, “Bangunlah segera untuk melaksanakan sholat apabila mendengar adzan walau bagaimanapun keadaanmu.”
بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنْ آيَةِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ وَإِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ، وَأَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم
Khutbah II
اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوا اللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ






